CATATAN 14 SEPTEMBER 2020

Add title

Terkait Status Terakhir JS Portfolio, sejauh ini sudah ada 24 emiten yang berada dalam JSP, dengan adanya tambhan 1 emiten di BEI di awal bulan September yang lalu. Jumlah ini jauh lebih banyak dari yang diperkirakan saat dimulainya konstruksi JSP tanggal 13 Mei 2020. Pada saat itu, diperkirakan ada 1 atau 2 saham saja setiap bulannya, yang akan dimasukan di dalam JSP. Koreksi yang terjadi di pasar, menjadikan lebih banyak emiten yang menarik untuk dimasukan.

Banyak pertanyaan yang diajukan terkait dengan Trailing Stop. Seperti saya sampaikan, saya tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan perorangan. Saya hanya akan menyampaikan informasi secara terbuka yang bisa diakses oleh semua orang. Terkait Trailing Stop ini, bisa dibaca lagi catatan saya sebelumnya. Pada intinya TS ini dapat digunakan sebagai alat untuk membantu menghilangkan emosi dalam pengambilan keputusan – khususnya dalam melakukan penjualan saham yang sudah ada di dalam portfolio kita.

Dua sasaran utamanya adalah, 1) Untuk menghindarkan terjadinya catastrophic loss, karena adanya wishful thinking, apabila thesis investasi kita salah, dan 2) Memungkinkan kita mendapatkan keuntungan optimum dari emiten yang kinerjanya sejalan dengan thesis awal kita, sehingga kita tidak menjual sahamnya lebih cepat. TS ini tidak dapat diberlakukan sama untuk setiap orang, dengan alokasi assets yang berlainan, harga pembelian yang berbeda serta toleransi atas maximum kerugian masing-masing orang yang juga berbeda.

TS yang digunakan dalam JSP ini hendaknya dipergunakan sebagai panduan umum, bukan panduan yang kaku. Penentuan persentase trailing stop dapat saja berbeda satu sama yang lainnya, tetapi hendaknya dilakukan secara konsisten. Misalnya, saya menganjurkan penggunaan TS 25%-35% pada saat satu saham mulai dimasukan ke dalam portfolio. Tetapi dalam kasus cyclical stocks, karena karakter volatilitasnya, persentase TS itu bisa diperbesar menjadi 35%-45%. Harap diingat, bahwa harga yang dipakai adalah Harga Penutupan Tertinggi. Jadi setiap terjadi Harga Penutupan yang lebih tinggi dari harga sebelumnya, maka harga dan angka TS ini berubah. Harga yang terjadi pada saat berlangsungnya perdagangan di bursa akan kita abaikan.

Apakah persentase TS setelah harga naik diubah? Saya menganjurkan, agar persentase TS setelah harga naik dari harga beli kita dipersempit. Jadi, jika pada saat awal dimasukannya emiten dalam portfolio, persentase TS itu 25%-35%, setelah harga itu naik, kita menggunakan TS 20%. Sekali lagi, persentase ini hanya sebagai panduan umum, sehingga ada juga yang kemudian memakai TS 15%, karena memilih untuk memanfaatkan kesempatan mendapatkan profit lebih cepat. Tetapi apabila angka persentase TS ini terlalu kecil, katakanlah diubah menjadi 5% atau 10%, koreksi yang terjadi menjadikan saham itu sudah ke luar dari portfolio, pada saat terjadinya recovery. Itu sebabnya, untuk cyclical stocks, persentase TS dianjurkan untuk lebih tinggi dari persentase TS yang biasa digunakan. Tetapi jika persentase TS sudah ditentukan, hendaknya angka yang dipakai secara konsisten, dan disiplin dapat digunakan. Apa yang dilakukan oleh orang lain, jangan sampai mengganggu disiplin Anda.

Sebagaimana diketahui, saya sendiri secara umum, tidak menggunakan TS ini, karena saya melakukan perhitungan sendiri, untuk setiap emiten. Hal ini, misalnya saya sampaikan pada saat TS kena hit untuk AML, yang menghasilkan capital gain di atas 100%. Sampai saat ini, meskipun pernah kena hit, AML masih tetap berada di dalam portfolio. TS sangat bermanfaat untuk mereka yang tidak ingin menganalisa saham satu per-satu secara mendalam. Dan move on.

Terkait TS ini, ada satu emiten, Capital & Counties yang listed di LSE yang closing Jumat kemarin harganya tercatat di bawah TS. Saya sendiri tidak akan menjualnya, meskipun terkena TS, dan bahkan akan mulai menambah sahamnya dengan harga yang lebih baik ini. Silahkan dibaca thesis awalnya, yang dalam pandangan saya tidak mengalami perubahan. Untuk mereka yang baru masuk JSP, dan mungkin belum memiliki saham ini di dalam portfolionya, mereka bisa memasukan saham CAPC ini di dalam portfolio mereka.

Dari 24 saham, ada 6 saham yang saat ini berada di bawah harga yang direkomendasikan. 14 saham mengalami kenaikan double digit, dan 4 saham mengalami kenaikan single digit. Seperti sudah saya sampaikan sebelumnya, kinerja baik seperti ini hanya dimungkinkan oleh karena terjadinya extra-ordinary correction di bulan Maret dan April yang lalu. Oleh sebab itu, mengharapkan berulangnya kinerja baik seperti itu, dalam tempo pendek, tentu bukan merupakan harapan yang realistis.

Namun demikian, dengan karakternya yang sangat temperamental dan sering irasional, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di pasar. Attitude kita tetap sama, kita akan memanfaatkan opportunity yang ditawarkannya.

Salam,

Joeliardi

Skip to toolbar