Kata Siapa Berinvestasi Di Pasar Modal Sulit?

About Me

Lewat JS Portfolio (JSP), Anda hanya memerlukan waktu 15 menit saja dalam sebulan, untuk meningkatkan hasil investasi Anda. Berinvestasi di pasar modal menjadi simpel dan menyenangkan. Anda tidak lagi diliputi rasa cemas dengan apa yang terjadi di pasar.

Anda tentu bisa melakukan investasi sendiri dan tidak harus bergabung dengan JSP.

Dengan melakukan sendiri berinvestasi dalam Index IHSG, Anda bisa mendapatkan hasil 11.81% per-tahun. Atau hampir 2 kali lipat dari hasil bunga deposito yang hanya sekitar 5%.

Perhatikan gambar kenaikan IHSG dalam periode 1999 – 2019 di atas. IHSG naik 931%, dari angka 677 menjadi 6300 atau meningkat rata-rata 11.81% per-tahun. Dana 100 Juta berubah menjadi 931 Juta.

Kenaikan 931% itu sudah termasuk penurunan tajam yang terjadi pada tahun 2000 dan 2008 dimana IHSG turun 38% dan 51%. Tidak heran, jika Warren Buffett–the world best investor–berulang-kali menyampaikan “Berinvestasilah di low-cost index fund”.

“Jika Anda secara berkala berinvestasi di Indeks”, lanjut Buffett, “Anda bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik dari mayoritas profesional”. Bahkan Buffett sudah memberikan instruksi kepada Trustee-nya, untuk menanamkan 90% dari kekayaannya didalam Index Fund, setelah nanti dia meninggal.

Opsi No.1 – yang sangat masuk akal ini, khusus untuk pasar modal kita, dapat dilakukan dengan berinvestasi di Indeks IHSG.

Deposit vs. IHSG

Gambar tersebut menunju kan hasil dari Indeks (IHSG) dan hasil bunga deposito (5%) dalam 20 tahun. Investor yang menyimpan semua dana-nya dalam deposito–dan mengabaikan investasi di pasar modal–telah membuang tambahan hasil Rp667 Juta untuk setiap Rp100 Juta dana yang dimilikinya (Rp932 Juta dikurangi Rp265 Juta).

Opsi 2

Selain Opsi 1, investor juga dapat memilih Opsi 2, yaitu minta bantuan professional fund managers untuk mengelola dana mereka. Opsi 2 ini tentu ada biayanya, rata-rata sekitar 2%/tahun. Harapannya, kinerja investasi yang dikelola professionals ini bisa lebih baik dari Indeks.

Faktor Dua Persen

Namun, seperti dikatakan Buffett di atas, dengan berinvestasi di Indeks, hasilnya dapat lebih baik dibandingkan dengan mayoritas professional fund manager. Saya tidak memiliki statistik terkait kinerja professional fund managers di Indonesia Namun, jika statistik di Amerika bisa dipakai, untuk kurun waktu 15 tahun hanya 10% professional fund managers yang hasilnya lebih baik dari Indeks (Sumber: S&P Dow Jones Indices LLC, data per Desember 2019).

Namun begitu, kita asumsikan saja kinerja professional fund managers ini semuanya bisa sebaik Indeks. Fee 2% mungkin tampak kecil. Tetapi dalam periode 20 tahun, adanya fee 2% itu, menjadikan 30% dari hasil yang diperoleh akan menjadi bagian professional fund managers. Dana Rp100 Juta tidak lagi menghasilkan Rp932 Juta, tetapi hanya Rp649 Juta saja.

Apakah ada opsi 3?

JSP menawarkan opsi No 3. Opsi No.3 ini tidak mengharuskan Anda mengeluarkan fee sebesar 2%, sehingga hasil portfolio itu tetap utuh untuk Anda. Selain itu, Anda hanya perlu waktu 10-15 menit saja setiap bulan. Anda tidak harus membuka-buka berbagai informasi yang diperlukan, untuk memilih perusahaan yang akan dimasukan di portfolio Anda.

Dengan Opsi ke-3 ini, Anda juga dapat mengharapkan hasil yang lebih baik dari Indeks.  Dengan CAGR 11,81%, seperti yang dihasilkan Indeks selama ini, untuk setiap Rp100 Juta dana yang diinvestasikan dapat menghasilkan Rp931 Juta. Dengan CAGR 15% atau 20%, maka hasil yang diperoleh tentu dapat lebih baik lagi.

Pertanyaannya, apakah memang mungkin untuk bisa memperoleh hasil yang lebih baik dari Indeks? Atau pedoman investasi apa yang dipakai yang memungkinkan hasilnya bisa lebih baik dari Indeks?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu diingatkan, bahwa tentu tidak ada jaminan hal ini bisa terjadi secara konsisten setiap tahunnya. Tidak ada seorangpun yang memiliki bola kristal yang mampu memastikan bahwa hal itu bisa terjadi.

Namun dengan memahami bahwa dalam jangka panjang satu-satunya faktor yang dapat menentukan harga saham adalah kinerja perusahaan yang menerbitkan lembaran saham itu memungkinkan investor dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik dari Index.

Mengapa? Karena dalam banyak waktu, khususnya di jangka pendek, harga yang terbentuk di pasar seringkali tidak mencerminkan kinerja perusahaan. Kemewahan waktu yang dimiliki oleh individual investor–yang tidak dimiliki professional investor–menjadi kerangka dasar pembentukan JSP. Apa yang terjadi di pasar, tidak dijadikan sebagai pedoman untuk berinvestasi, tetapi justru dimanfaatkan untuk berinvestasi.

Terjadinya disparitas antara Value dan Price, yang dimanfaatkan dalam konstruksi pembentukan JSP, memberikan peluang bagi JSP untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari Indeks.

Naik turunnya harga dalam jangka pendek, bukan perhatian utama JSP. Meskipun target yang lebih baik dari Indeks, katakanlah 20% per-tahun bukan merupakan jaminan, tetapi Anda dapat melihat bagaimana hasil yang dapat diperoleh itu memberikan gambaran yang sangat berbeda.

Target vs. IHSG

         

Bagaimana jika hasil yang diperoleh bisa  mencapai 20% per-tahun? Dana investasi itu  tidak lagii hanya menjadi Rp932 Juta, tetapi dapat mencapai Rp3,83 Milyar dalam periode yang sama.

JSP ditujukan bagi mereka yang ingin memilih Opsi 3, yang ingin merancang portfolionya sendiri, tanpa harus mengeluarkan fee sebesar 2% per-tahun.

Mereka yang memilih bergabung di JSP, sebulan sekali akan mendapat informasi tentang saham yang dapat dimasukan ke dalam portfolio-nya. Dalam setahun, akan ada 12-15 saham yang masuk didalam portfolio.

Informasi yang disampaikan bisa dengan mudah dipahami dan hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja untuk membacanya.

Anda bayangkan, jika Anda harus melakukan sendiri semua ini. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk bisa menemukan satu perusahaan yang menarik. Dengan JSP, berinvestasi di pasar modal tidak perlu lagi menyita waktu Anda yang berharga.

Selain informasi di atas, Anda juga akan mendapatkan pemberitahuan apabila ada saham dalam Portfolio yang harus dijual atau dikeluarkan dari Portfolio. Adanya pedoman TS (Trailing Stop) yang dipakai, juga memberikan tambahan referensi jika ada saham yang sudah harus dijual.

Naik dan turunnya harga di pasar dalam jangka pendek, bukan hal yang akan menjadi perhatian utama JSP.  Oleh karena itu, JSP ini bukan untuk mereka yang terobsesi dengan apa yang terjadi dalam harga saham yang terbentuk di pasar sehari-hari.

JSP bukan untuk mereka yang ingin “bermain” serta berspekulasi di pasar modal, melalui naik-turunnya harga setiap hari di pasar. Seperti dikatakan oleh Charlie Munger, “The big money is not in the buying or the selling, but in the waiting”.

Falsafah ini yang dikombinasikan dengan apa yang pernah dikatakan Buffett, “You have to turn over a lot of rocks to find those anomalies. You have to find the companies that are off the map…way off the map” menjadi landasan JSP untuk dapat menghasilkan kinerja lebih baik dari IHSG.

JSP hanya cocok untuk mereka yang ingin berinvestasi di pasar modal, yang memiliki time-frame investasi minimum 3 tahun. Namun begitu, seperti dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah, tidak berarti potensi kenaikan itu harus menunggu 3 tahun.

Individual investor, memiliki kemewahan waktu, yang menjadikannya bisa menunggu. Dengan dana kecil yang dimilikinya, mereka juga bisa “turn over a lot of rocks to find those anomalies” tanpa harus membuat pasar melihat apa yang dilakukannya. Apa yang terjadi dalam sejumlah saham yang masuk di dalam JSP sejak dirancang tanggal 13 Mei, dapat dijadikan contoh tentang ini.

 

JS Portfolio

BBTN menjadi second bagger kedua dalam JSP, setelah Aston Martin, yang listed di LSE. Hanya dalam waktu 5 bulan, harga Bank BTN naik lebih dari 100%.

Permasalahan yang muncul di Aston Martin, membuat harganya turun lebih besar dari permasalahan yang dihadapi. Apa yang terjadi di pasar ini memberikan kesempatan untuk JSP menginisiasi pembelian tanggal 14 Mei. Hanya dalam 1 bulan, harga saham Aston Martin ini naik lebih dari 100%. Persisnya 164%.

Dampak buruk yang ditimbulkan Covid-19 telah membuat perusahaan yang baik, seperti Bank BRI harga sahamnya jatuh lebih dari 40%, dan memberikan  kesempatan untuk JSP menginisiasi posisinya, tanggal 13 dan 18 Mei, seperti tampak pada gambar. Hanya dalam 5 bulan, harga saham BBRI meningkat 56%.

Airport menjadi sektor yang sangat terpukul dengan datangnya Covid-19. Namun, seperti biasa, pesimisme pasar tampak berlebihan, dengan mengabaikan kekuatan Neraca perusahaan, serta potensi pertumbuhan yang ditawarkan perusahaan ini. Hanya dalam 5 bulan, sahamnya naik 28%.

Sentimen yang sangat negatif terhadap perbankan Eropa, menjadikan valuasi bank terbesar di Italy sangat menarik. Hal ini mendorong JSP melakukan inisiasi di saham Intesa San Paolo tanggal 20 Mei. Hanya dalam waktu 3 bulan, saham ISP naik 29%.

Contoh lainnya? Turunnya harga minyak membuat berbagai related oil companies mengalami penurunan harga. Padahal emiten seperti Civeo, yang memiliki niche market di sektor energi, masih bisa menghasilkan Free Cash Flow di dalam kondisi seperti itu.

Anomali ini mendorong JSP menginisiasi pembelian saham Civeo pada tanggal 9 dan 11 Juni. Hanya dalam 2 bulan, saham CVEO meningkat 69%. CVEO menjadi salah-satu contoh pick-shovel investing di sektor mining dan energy.

Di Indonesia, sektor properti dengan niche market seperti MMLP yang fokus di sektor pergudangan, menawarkan peluang yang baik. Spin-off yang dilakukan perusahaan ini, serta masuknya Fund milik pemerintah Singapore menjadi alasan JSP untuk menginisiasi posisi saham MMLP pada tanggal 23 Juni. Dalam 3 bulan, harga sahamnya meningkat 56%. 

Di Amerika, magnit perusahaan berbasis teknologi telah menjadikan saham Berkshire Hathaway ditinggalkan, yang menjadikan valuasinya sangat menarik. Perhatian pasar lebih banyak diarahkan atas kerugian dari airlines stock yang terdapat dalam Equity Portfolio Berkshire.

Padahal Equity Portfolio hanya menjadi salah satu rumpun pepohonan di dalam 5 rumpun pepohonan Berkshire Hathaway. Seperti dikatakan Buffet, “Focus on the forest–forget the trees’. Pasar yang terlalu fokus kepada pohon dan bukan hutan, menawarkan kesempatan baik untuk membeli saham Berkshire pada tanggal 13 Mei. Dalam waktu 5 bulan, sahamnya sudah naik 26%. Kabar, bahwa dalam Kwartal II/2020, Berkshire meningkatkan shares buy-back-nya menjadi katalis kenaikan harga saham Berkshire.

Contoh-contoh di atas bukan untuk bragging. Hal ini ditunjukan untuk dapat menegaskan, bahwa individual investors memiliki kemewahan yang tidak dimiliki professional investors. Dengan memanfaatkan kemewahan itu, individual investor–tanpa harus mengeluarkan fee 2%–memiliki kesempatan untuk dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik dari professional investors atau Indeks.

Dengan berlangganan untuk mendapatkan akses ke JS-Portfolio, Anda dapat mempertimbangkan apa yang merupakan bagian portfolio ini di dalam konstruksi portfolio Anda. Anda hanya perlu waktu 10-15 menit saja dalam sebulan untuk dapat memasukan sebuah saham kedalam portfolio Anda.

Untuk tahap awal, jumlah saham yang akan dimasukan ke dalam JS-Portfolio ini akan berjumlah 15-25 saham, baik saham-saham di BEI maupun di luar non-BEI. Apabila sudah sampai waktunya nanti, akan dilakukan pemilahan antara saham di BEI dan non-BEI. Tujuan konstruksi portfolio ini adalah untuk mendapatkan imbalan yang lebih baik dari non-risk investment instruments. CAGR IHSG di dalam 20 tahun terakhir ini (11,81%) digunakan sebagai referensi.

Di dalam perjalanannya, tidak ada jaminan bahwa kinerja dari portfolio ini akan lebih baik dari target yang ditetapkan di atas, khususnya dalam satuan waktu pendek. Quotational loss tidak akan menjadi perhatian penting dalam konstruksi JSP. Konstruksi JSP ini dirancang untuk bisa menghindari terjadinya permanent loss.

Berapa Fee untuk bergabung dengan JSP? Berapa kali dalam sebulan Anda minum kopi di Starbucks? Jika Anda datang sebulan sekali, dan setiap kali mengeluarkan uang Rp100.000, maka dalam setahun, Anda menghabiskan Rp1,2 Juta. Tambahkan tip Rp50.000, menjadi Rp1.2500.000. Jumlah Rp1.2500.000 ini merupakan Annual Fee yang perlu dibayarkan untuk dapat bergabung dengan JSP dalam masa introductory offer ini.

Di dalam Annual Fee ini termasuk satu bonus buku, yang dapat dipilih dari 3 buku yang tersedia, yaitu CSBPM Vol I dan II, serta CMMLK. 

Untuk mereka yang ingin bergabung dengan JSP, bisa klik link berikut ini.

Skip to toolbar