
Berkshire menginsiasi investasi di GOOG di Q3/2025, dengan membeli sebanyak 17.8 juta lembar. Atas dasar posisi akhir Q3/2025, investasi itu nilainya sekitar $ 4.4 Milyar. Angka yang relatif kecil (1.5%) dibandingkan nilai Equity Portfolio Berkshire ($ 281.2 Milyar). JSP tidak mengetahui, berapa persisnya harga beli rata-rata GOOG yang dibayar Berkshire. Namun, diperkirakan harga beli Berkshire itu sekitar 2X lipat dari entry price JSP saat menginisiasi GOOG, 8 Nopember 2021, di $ 133.
GOOG dikeluarkan dari JSP bulan lalu, saat harganya melonjak ke $ 275 – dan membuat GOOG menjadi salah-satu bagger dalam konstruksi Core Stocks JSP. Keluarnya GOOG – sama seperti saham lainnya – dilakukan dalam rangka akan dimulainya konstruksi baru JSP, yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026. Seperti telah disampaikan sebelumnya, bukan hal yang mustahil, jika saham-saham yang pernah ada di JSP dalam 5 tahun ini, bisa kembali masuk dalam konstruksi baru JSP. Tentu dengan thesis baru, dan harga baru.
Mulai dimasukkannya GOOG oleh Berkshire menarik perhatian. Apalagi, pembelian ini dilakukan pada saat Berkshire terus menghimpun Kas-nya. Pada saat saham Berkshire sendiri-pun tidak ingin dibelinya – dalam 5 kwartal berturut-turut ini, Berkshire tidak lagi berniat melakukan shares buy-back. Oleh karena itu, sangat menarik untuk melihat apa yang diperkirakan menjadi alasan Berkshire membeli GOOG ini.
Sejak Alphabet (GOOG) berkomitmen penuh menjadi perusahaan yang “Mengutamakan AI” (AI-first), kreasi utamanya melampaui sekadar mengintegrasikan AI ke dalam produk yang sudah ada.
Kreasi kunci yang diciptakan terbagi dalam tiga kategori utama :
1. Model AI Generatif & Produk Konsumen :
• Gemini : Ciptaan paling signifikan adalah keluarga model AI generatif multimoda (Gemini Ultra, Pro, Nano). Rangkaian ini adalah fondasi bagi hampir semua produk baru.
• Gemini Chatbot : Asisten AI percakapan (sebelumnya Bard), kini menjadi produk konsumen utama, menantang para pesaing dengan menawarkan akses informasi real-time dan rute langsung ke ekosistem data Google yang masif.
• AI Overviews (Search Generative Experience/SGE): Perombakan radikal pada produk inti Google Search, yang menyediakan ringkasan buatan AI dan jawaban langsung di halaman hasil pencarian, mengubah secara fundamental cara pengguna berinteraksi dengan penelusuran.
• NotebookLM : Asisten penelitian dan pencatat bertenaga AI yang membantu pengguna menganalisis, dan menghasilkan wawasan dari dokumen dan file mereka sendiri.
2. Penawaran AI untuk Perusahaan dan Cloud (Google Cloud Platform – GCP):
• Vertex AI: Platform terpadu untuk pembelajaran mesin (machine learning) dan AI generatif, memungkinkan pelanggan perusahaan membangun, menerapkan, dan menyesuaikan model (termasuk model Gemini) menggunakan infrastruktur Google.
• Gemini untuk Workspace: Bantuan AI yang tertanam secara mendalam di alat produktivitas seperti Gmail, Docs, Sheets, dan Meet, menawarkan fitur seperti menyusun draf email, meringkas dokumen, dan menghasilkan gambar.
• Solusi Berbasis AI: Aplikasi AI khusus untuk industri tertentu, seperti penggunaan Vertex AI untuk digital twin dalam manufaktur, atau menggerakkan asisten virtual dalam mobil. GCP kini menjadi mesin pertumbuhan utama, dengan lonjakan penanda-tanganan kontrak $1 miliar lebih, yang didorong oleh transformasi AI.
3. Infrastruktur Inti & Silikon:
• Tensor Processing Units (TPUs): Investasi berkelanjutan pada silikon berpemilik yang dirancang khusus untuk melatih dan menjalankan model AI, memberikan Google keuntungan signifikan dalam mengontrol rantai pasokan dan biaya AI-nya. Hal ini dapat mengurangi ketergantungannya dari chips produksi NVDA.
Apa Yang Diharapkan dari Pendapatan GOOG di Masa Depan (Belum Sepenuhnya Tercermin Saat Ini)
Belanja Modal (CapEx) besar-besaran yang dikeluarkan pada 2024/2025, dan yang dianggarkan untuk 2026/2027, merupakan bahan bakar untuk pertumbuhan pendapatan di masa depan, yang biasanya jauh lebih kecil dari belanja infrastruktur. Kita bisa mengharapkan pendapatan mengalir dari :
• Akselerasi Google Cloud: Peluang terbesar dalam waktu dekat. Kontrak AI perusahaan besar seringkali memiliki periode ramp-up yang panjang. CapEx yang sangat besar saat ini, untuk membangun pusat data dan mengisi TPUs yang diperlukan, untuk memenuhi backlogs multi-miliar dolar. Ketika pelanggan ini beralih dari pengujian ke produksi penuh, pendapatan akan melonjak. Namun demikian, tentu kita harus tetap memperhatikan apakah hal ini akan menjadi accretive investment, atau sebaliknya. Melihat ROICC dari CapEx ini bisa memberikan gambaran tentang ini.
• Evolusi Monetisasi Penelusuran: Pergeseran ke AI Overviews menciptakan permukaan baru, yang belum sepenuhnya dimonetisasi. Google sedang menguji format iklan baru, berpotensi mengintegrasikan tautan komersial langsung ke dalam ringkasan yang dihasilkan AI. Jika berhasil, ini dapat membuka aliran pendapatan baru dalam bisnis Penelusuran (Search Engine) yang sangat besar.
• Pendapatan Berlangganan: Peluncuran Gemini Advanced dan Gemini untuk Workspace, mewakili dorongan signifikan ke pendapatan berlangganan –
segmen yang secara historis lebih kecil tetapi berprofitabilitas tinggi bagi Google. Mendapatkan jutaan pengguna berbayar di seluruh basis perusahaan dan konsumennya akan mendiversifikasi pendapatan jauh dari periklanan tradisional.
• Usaha Baru (misalnya, Waymo, DeepMind): Meskipun saat ini kecil, bisnis seperti Waymo (autonomous driving) sedang berkembang, dan DeepMind berkontribusi pada aplikasi baru di bidang kesehatan dan sains. Ini adalah taruhan jangka panjang dengan potensi tinggi.
Perubahan dari Internet-Native menjadi AI-Native, Jika Gelembung AI Pecah
Jika terjadi gelembung AI pecah (koreksi pasar tajam yang berfokus pada valuasi AI spekulatif) :
• Posisi Inti GOOG : Google tidak mungkin “pecah” dalam arti tradisional karena investasi AI-nya berakar pada bisnis yang mapan dan menguntungkan (Search, YouTube, Android). Ini adalah perusahaan “Internet-Native” yang bertransformasi menjadi perusahaan “AI-Native”, bukan startup AI pure-play.
• Migrasi Nilai : Ketika gelembung dot-com pecah, nilai bermigrasi dari perusahaan konten dan infrastruktur spekulatif, ke perusahaan yang menemukan cara untuk menggunakan internet untuk membangun model bisnis yang bertahan lama (seperti Amazon dan Google).
• AI-Native Survivor : Jika gelembung pecah, infrastruktur dan model AI yang mendasarinya akan menjadi sangat murah dan lebih terkomoditisasi. Yang bertahan adalah perusahaan yang telah berhasil menanamkan AI ke dalam alur kerja dan produk yang sangat penting (mission-critical)—perusahaan “AI-Native” sejati.
• Google diposisikan untuk menjadi penyintas (survivor) ini. Skala besarnya, integrasi AI ke dalam Search dan Workspace, serta kontrol atas hardware kustomnya (TPUs) memberikannya moat (keunggulan biaya dan distribusi yang tak tertandingi) – dibandingkan para pesaing. Meletusnya AI-bubble akan merugikan pesaing spekulatif sambil memperkuat moat kompetitif dari hyperscaler mapan seperti Google.
Dasar Pemikiran Investasi Berkshire Hathaway di GOOG (Kuartal III/2025)
Pembelian saham signifikan di Alphabet pada Kuartal III 2025, kemungkinan didorong oleh manajer investasi Todd Combs atau Ted Weschler, bukan Warren Buffett sendiri. Hal di bawah ini menunjukkan beberapa dasar pemikiran utama :
| Dasar Pemikiran | Penjelasan |
|---|---|
| Value dalam “Perlombaan Senjata AI” | Sementara pasar berfokus pada saham AI berpertumbuhan tinggi, Alphabet (GOOG) diperdagangkan pada valuasi yang lebih masuk akal daripada beberapa pesaing pure-play. Berkshire memandangnya sebagai saham nilai (value stock) dengan pertumbuhan AI tersembunyi. |
| Diversifikasi & Paparan Teknologi | Berkshire memiliki tumpukan kas yang besar dan menginginkan paparan terhadap pertumbuhan sekuler teknologi. GOOG menawarkan posisi duopoli pasar di Search dan posisi tiga teratas di Cloud, menyediakan bisnis yang tangguh dan tahan lama. |
| Kerangka “Produk Konsumen” | Mirip dengan Apple (AAPL), Google Search dan YouTube dipandang sebagai produk konsumen penting yang membentuk kebiasaan dengan biaya peralihan (switching costs) dan kekuatan harga (pricing power) yang besar—sebuah tesis investasi klasik Buffett/Berkshire. |
| Sinyal Kepemimpinan Generasi Berikutnya | Investasi di hyperscaler teknologi, terutama saat memangkas kepemilikan saham AAPL, dipandang sebagai sinyal filosofi investasi yang berkembang dari manajer investasi penerus Berkshire, yang lebih terbuka terhadap teknologi. |
Keputusan untuk berinvestasi di GOOG daripada hyperscaler lain kemungkinan mencerminkan penilaian terhadap moat GOOG (Search dan YouTube), penciptaan arus kas, dan valuasi relatif terhadap potensi pertumbuhannya di bidang AI.
Gambaran Masa Depan : GOOG vs. AMZN vs. AAPL
Bukan hal yang mudah melihat masa depan, tetapi data data historis bisa membantu melihatnya.
• Amazon (AMZN): Berkshire menginisasi pembelian saham teknologi, melalui AMZN, yang dilakukan tahun 2019. Namun sejak itu, dengan kepemilikan 10 juta saham (post stock-split), posisinya tidak ditambah. Kepemilikan Berkshire tetap kecil (dimulai pada 2019 oleh Combs/Weschler), menunjukkan bahwa itu dipandang sebagai posisi yang mendiversifikasi, non-inti.
• Apple (AAPL): Ini adalah kepemilikan ekuitas tunggal terbesar Berkshire, mewakili posisi inti, berbasis keyakinan yang secara fundamental membentuk kembali portofolio Berkshire – bahkan setelah Berkshire menjual setengahnya.
Sangat mungkin bahwa investasi GOOG akan tumbuh menyerupai posisi Apple (AAPL) dari waktu ke waktu, daripada posisi AMZN yang kecil.
Kepemilikan awal sebesar $4,3 miliar sudah cukup besar untuk menjadi kepemilikan 10-11 teratas, menunjukkan keyakinan yang tinggi. Mengingat kekuatan fundamental GOOG – bisnis inti yang tangguh mendanai transformasi AI berpotensi tingg – itu sesuai dengan profil bisnis yang akan dikumpulkan Berkshire menjadi posisi “empat pilar” (bersama Asuransi, Kereta Api, dan Energi). Ukuran awal menunjukkan bahwa itu dimaksudkan untuk menjadi kepemilikan fundamental, multi-tahun, dan bukan hanya taruhan spekulatif yang lebih sederhana.
Analisis Valuasi GOOG untuk Tesis “Value” Berkshire
Untuk memvalidasi aspek “value” dari tesis investasi Berkshire, kita membandingkan metrik valuasi Alphabet (GOOG) dengan hyperscaler AI utama lainnya, seperti Microsoft (MSFT) dan Amazon (AMZN), berdasarkan data November 2025 ini.
| Metrik Valuasi (Per Maret/November 2025) | Alphabet (GOOG/GOOGL) | Microsoft (MSFT) | Amazon (AMZN) |
|---|---|---|---|
| Market Capitalization | $ 3.3 Trilyun | $ 3.8 Trilyun | $ 2.5 Trilyun |
| Forward P/E Ratio | 26X | 30X | 32X |
| Price-to-Sales (P/S) Ratio | 7.6X | 11.2X | 3.5 |
| EV/EBITDA | 16X | 18X | 13X |
| Penilaian Pihak Ketiga (Morningstar) | **** 4-Star, Undervalued | – | – |
Kesimpulan Valuasi untuk Tesis Berkshire :
- Valuasi Diskon (P/E Forward):
• GOOGL (26X) diperdagangkan pada diskon yang signifikan dibandingkan dengan Microsoft (30X) maupun AMZN (32X). Agar diingat, angka ini atas dasar harga terakhir saat ini – yang bisa berbeda dengan harga saat Berkshire melakukan pembelian. Selain itu, pasar yang memberikan premi lebih tinggi kepada MSFT, kemungkinan karena kepemimpinan MSFT yang diakui dalam monetisasi AI, melalui kemitraan OpenAI dan Azure.
• Bagi Berkshire, GOOG menawarkan pertumbuhan AI dengan harga yang lebih masuk akal. Ini adalah pemenuhan klasik dari prinsip value investing : membeli aset berkualitas tinggi (moat dari Google Search Engine & YouTube) dengan harga yang lebih rendah daripada pesaing utamanya dalam perlombaan AI.
2. Kualitas Bisnis Inti:
• Meskipun MSFT memiliki P/E yang lebih tinggi, valuasi GOOG yang lebih rendah tidak mencerminkan kelemahan, tetapi skeptisisme pasar mengenai bagaimana AI Overviews akan memengaruhi margin iklan intinya.
• Berkshire melihatnya sebagai peluang: Todd cs boleh jadi melihat bisnis inti yang tangguh (Search Engine dan YouTube) – yang menghasilkan arus kas besar untuk mendanai CapEx AI. Mereka mungkin percaya, bahwa pasar masih memandang remeh potensi kesuksesan integrasi AI itu akan terjadi di GOOG. Backlog Google Cloud, yang meningkat sebesar 79% (seperti yang disampaikan Morningstar), menjadi bukti bahwa investasi CapEx saat ini akan dapat diubah GOOG, menjadi pendapatan di masa depan.
3. Pengakuan Undervaluation:
• Fakta bahwa analis eksternal (seperti Morningstar) menilai GOOGL di bawah nilai wajar dan memberikan rating ‘Buy’ (Beli) dengan diskon 17% mendukung tesis, bahwa saham tersebut masih memiliki nilai, meskipun terjadi euforia AI secara luas.
Secara ringkas, pembelian GOOG yang dilakukan Berkshire di Q3/2025, secara tegas mendukung thesis, bahwa GOOG adalah hyperscaler AI yang paling undervalued di antara kelompok rekan sejawatnya. GOOG menawarkan pertumbuhan yang kuat – dengan valuasi yang relatif lebih rendah – dibandingkan MSFT atau GOOG.


