^

8 NOPEMBER 2021 – SATU WORLD DOMINATING COMPANY, SATU CORE STOCK BARU

Mon, Nov 8 2021

Saham yang menjadi rekomendasi JSP kali ini, Alphabet/GOOG, induk perusahaan Google, termasuk perusahaan yang terlalu cepat saya jual. Di bulan April 2021, GOOG dijual di harga $ 2,321, dan mendapatkan capital gain yang sangat baik. Saham ini dibeli sebelum JSPortfolio mulai didirikan 13 Mei 2020, sedikit di bawah harga $ 1,000. Menjual saham karena harganya sudah double, dapat menjadi keputusan yang buruk. Saat ini harganya $ 2,985.

Menjual terlalu cepat, menjadi kesalahan yang terkadang masih saya lakukan. Mereka yang membaca buku CSBPM Vol II, mungkin bisa melihat nama seperti PYFA atau BNBA, yang sudah saya jual, sebelum menjadi multi-bagger di harga sekarang ini.

Seharusnya saya lebih sering mengingat apa yang dikatakan Munger : “Investing is where you find a few great companies, and then sit on your ass”. Tentu saja PYFA dan BNBA tidak sekelas dengan GOOG.

Laporan Keuangan GOOG Kw-III menunjukan, bahwa pertumbuhan WDC ini masih bisa sangat tinggi. Revenue meningkat 41% (yoy), yang merupakan kenaikan terbesar selama 14 tahun ini di angka $ 65.1 Milyar. Karakternya yang sangat capital efficient, kenaikan penjualan tersebut  ditandai dengan pertumbuhan biaya yang lebih kecil, sehingga Gross Profit naik dari 54.26% menjadi 57.58%. Operating Profit melonjak dari 24% menjadi 32%. Operating Profit naik 88% menjadi $ 21 Milyar. Net Income naik 68.4% menjadi $ 18.9 Milyar, dengan CFO dan Free Cash Flow masing-masing $ 25.5 Milyar dan $ 18.7 Milyar. Perhatikan cash conversion yang dapat dihasilkan GOOG. Setiap $ 1 sales bisa menghasilkan sekitar 30 cents Free Cash Flow.

Seperti tampak pada Gambar di bawah, GOOG tampak berada di depan barisan Trillion Dollar Company, seperti MSFT, AMZN dan AAPL dalam pergerakan harganya secara Year To Date.

Peningkatan sales yang sangat tinggi itu ditandai oleh peningkatan belanja iklan dan segmen Cloud yang semakin kuat. Sumber pendapatan iklan berasal dari Google Search dan YouTube yang masing-masing tumbuh 44% (Search) dan 43% (YouTube). Pendapatan mencapai angka $ 53 Milyar, naik 41% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini meningkat 57% dibanding periode yang sama sebelum pandemik (Kw-III/2019).

Upaya perusahaan memonetisasi Google Map serta adanya YouTube Shorts diharapkan dapat memicu pertumbuhan iklan. Saya termasuk salah satu subscribers YouTube Premium, yang saat ini berjumlah 50 Juta. Angka ini meningkat 67% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk sekedar memberikan sedikit perspektif, Netflix saat ini memiliki sekitar 74 juta subscribers.

GOOG adalah sebuah world dominating company, yang menguasai sekitar 80% global market dari online search. Sunder Pichai, CEO Alphabet dan Google, saat rilis LK III/2021 menyatakan “Five years ago, I laid out our vision to become an AI-first company”. Menguatnya ecosystem Google didukung oleh produknya yang digunakan oleh banyak pemakai, yang membuat iklan melalui Google semakin menarik. Pada gilirannya, hal ini akan bisa memicu pertumbuhan ad-revenue Google dimasa-masa mendatang. Pemakaian istilah ‘Di-Google saja’ menjadi  indikasi kekuatan mesin pencari perusahaan ini. Kemampuan teknologinya yang membuat Google-ad bisa lebih tepat sasaran, mendorong semakin banyak orang memasang iklan di Google-ad.

Pada saat yang sama, dengan basis Android yang sangat masif, adopsi juga dilakukan melalui Android mobile operating system, yang tentu bisa meningkatkan pertumbuhan ad-revenue. Berdasarkan informasi Morningstar, dari data IDC, Android Operating System digunakan oleh 85% smartphone dunia, sementara Apple iOS dipakai oleh sekitar 15% smartphone dunia.

Sumber pertumbuhan lainnya, adalah upaya Google untuk memperkuat cloud-business-nya, yang juga memanfaatkan keahlian teknologinya. Bisnis Alphabet lain, di luar Google Search, YouTube dan Cloud Business, lebih berkaitan dengan proyek masa depan, seperti Waymo – autonomous car – yang saat ini belum menghasilkan apa-apa. Namun apabila eksekusi projek ini dapat berhasil, hal ini dapat menghasilkan peningkatan valuasi yang sangat tinggi.

Keragaman produk yang dimiliki Alphabet, melalui Google Search, YouTube, Google Map, Gmail, Android menciptakan basis konsumen yang sangat masif. Hal ini memungkinkan GOOG untuk memiliki koleksi data, yang menjadi leverage untuk Google-ad, sehingga pengguna bisa mendapatkan hasil optimum dari setiap belanja iklan-nya. 

Dalam 10 tahun terakhir, Sales Alphabet tumbuh dengan CAGR 20.23%, dari $ 37.91 Milyar (2011) ke $ 239.21 Milyar (TTM). Laba tumbuh dengan CAGR 21.92% dalam periode yang sama, dari $ 9.74 Milyar (2011) ke $ 70.67 Milyar (TTM). 

Dalam 3 tahun terakhir, Sales tumbuh dengan CAGR 18.08%. Sementara itu, Net Income bisa tumbuh lebih tinggi, 47.06%, dan EPS 48.22%. Hal terakhir ini, terjadinya pertumbuhan EPS (diluted) yang lebih tinggi, yang membuat Alphabet semakin tampak menarik. Tampak GOOG mulai melakukan playbook yang sama seperti yang dilakukan Apple dan Berkhire Hathaway, yaitu melakukan shares buy-back secara agresif.

Di Kwartal terakhir ini, Alphabet melakukan shares buy-back senilai $ 12.6 Milyar. Seperti bisa dilihat di Gambar, dalam 5 tahun terakhir ini jumlah shares buy-back ini semakin meningkat. Nilai shares buy-back ini diperkirakan akan semakin besar, dengan semakin besarnya free CFO yang dihasilkan Alphabet.

Playbook yang dilakukan AAPL dari sejak tahun 2013, telah membuat saham AAPL menyusut 35%. Menyusutnya jumlah saham sebanyak 35% ini setara kenaikan EPS 54%. Laba 1,000 jika jumlah saham ada 100, menghasilkan EPS 10. Namun, dengan jumlah saham menyusut 35%, menjadi 65, EPS langsung meningkat dari 10 menjadi 15.4, atau naik 54%.

Perhatikan pergerakan harga saham AAPL dalam 5 tahuh terakhir ini. Manajemen yang baik adalah manajemen yang sangat cakap dalam memanage operasi yang baik. Kinerja operasi AAPL yang dapat terus tumbuh menunjukan manajemen AAPL yang baik. Alokasi dana yang dilakukan manajemen AAPL telah membuat manajemen perusahaan ini menjadi manajemen super-baik. Alokasi dana melalui shares buy-back – yang meningkatkan EPS – ikut mendorong kenaikan harga AAPL.

Memanfaatkan peningkatan CFO melalui program shares buy-back yang semakin besar, dapat memberi dampak yang sama terhadap Alphabet di masa mendatang.

Harga saat ini, setara EV/EBITDA 19.02 kali, harga yang masih sangat menarik untuk satu WDC yang masih tumbuh dengan pesat seperti Alphabet. Untuk memberikan perspektif, EV/EBITDA Microsoft saat ini 27.27 X, AAPL 20.66 dan Amazon 28.06.

GOOG merupakan perusahaan yang bukan hanya akan tetap ada dan relevan, tetapi juga akan bisa menunjukan pertumbuhan yang konsisten di masa-masa mendatang.

ACTION : Alokasikan dana 5% di GOOG dengan maximum harga $ 3,000, dan memasukannya sebagai bagian dari Core Stock. Pembelian bisa dilakukan dua tahap, 2.5% saat ini. Dan 2.5% berikutnya jika terjadi koreksi pasar, dan membuat harga GOOG lebih rendah dari $ 3,000.

Related Posts

Belajar Dari Krisis “Spesial” 2020

Belajar Dari Krisis “Spesial” 2020

Krisis saat ini tidak bisa disamakan dengan krisis “spesial” 2020. Tetapi kita masih tetap bisa belajar dari krisis itu. Bahkan di tahun 2021 itu, Fed Chairman, masih saja...

read more