By T. Kopiholic

Kapan Anda mulai mengenal stock investing?Idealnya, mengenal investasi semakin dini semakin baik. Hal ini dikarenakan keajaiban investasi (compounding) akan bekerja seiring dengan perjalanan waktu. Bisa Anda bayangkan, kalau 15 tahun lalu Anda membeli saham ULTJ dan ACES? Tentu hari ini akan tinggal menikmati hasilnya.

Namun dalam kenyataannya stock investing masih kurang populer di negara kita ini. Menurut data yang ada bahwasanya rekening jumlah pemilik rekening saham, hanya berkisar di angka 3 juta. Tentu ini jumlah yang sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia.Penulis sendiri termasuk yang terlambat dalam mengenal stock investing? Sudah lebih dari kepala tiga baru mengenalnya. Sangat terlambat.

 Dulu “investasi” yang penulis lakukan adalah dengan cara membeli emas, disimpan. Ini sesuai dengan wasiat orang tua (tentu dengan segala keterbatasan ilmunya, dan memang itulah yang mereka yakini dan praktekkan selama ini), “Nak, gak pernah ada ceritanya harga emas itu turun. Dan emas itu sewaktu-waktu mudah dijual kalau lagi butuh uang. Sesederhan itu saja pesan mereka. Ya memang benar sih, harga emas tidak akan turun (dalam jangka menengah dan panjang). Tapi beberapa tahun harganya pun juga tidak ke mana-mana.

Penulis yang merupakan seorang karyawan (abdi negara), dalam rangka menambah penghasilan lainnya, pernah mencoba untuk berbisnis, baik itu yang dijalani bersama istri, ataupun joint-an bersama teman. Tapi nyaris mayoritasnya berakhir kandas. Gagal. Bahkan dalam beberapanya, sampai menimbulkan friksi sesama teman. Hal yang lumrah.

Karena kegagalan-kegagalan tersebut, penulis berfikir, nampaknya ini ada yang salah. Kalau kesalahan itu terjadi sekali-dua kali, bisa jadi itu “musibah”. Tapi ini sampai berkali-kali, artinya ada pola yang salah. Ada yang tidak beres dalam diri ini. Itu hemat penulis.Hingga suatu ketika penulis mengikuti sebuah semisal seminar pengembangan diri yang diadakan oleh Mas Mardigu Wowiek. Itu di tahun 2015 seingat saya. Atau 2016 ya? Sebelum mengikuti seminar tersebut, dikirimkanlah serangkaian test melalui email. Ada banyak pertanyaan di sana, yang tujuan utamanya adalah untuk memetakan, Anda ini sebenarnya layak di mana? Apa potensi Anda? Saya lupa apa nama tes tersebut. Yang jelas nantinya akan membagi seseorang itu dalam beberapa kategori. Ada creator, star, deal maker, akumulator, trader dan sebagainya.

Anda bisa googling apa nama tes ini.Nah, dari hasil tes dan seminar tersebut, yang cocok bagi penulis adalah di antara dua pilihan. Yaitu trader dan atau akumulator. Penulis ingat betul kala itu diberikan contoh orang yang sukses di dua kategori tersebut adalah George Soros dan Warren Buffet. Secara singkat apa yang disampaikan Mas Wowiek, baik melalui sambutannya di seminar tersebut, ataukah melalui tulisan-tulisannya di facebook beliau yang telah kami ikuti sejak 2014, bahwa tes tersebut tujuannya adalah untuk mengenali diri sendiri dan potensi diri. Mana yang cocok untuk Anda, mana lebih natural seseorang dalam menjalankannya. Beliau mencontohkan diri beliau sendiri. Santapan hariannya adalah berita ekonomi dari Bloomberg, CNBC, dan masih banyak lagi.

Namun dengan kondisi yang seperti itu, di mana seharusnya bisa jadi cocok menjadi seorang trader saham, beliau merasa tidak cocok. Tidak natural menjalankannya. Karena yang lebih natural bagi beliau adalah menjadi seorang entrepreneur. Apakah bisa menjadi seorang trader? Tentu bisa. Tapi itu tidak natural. Akan terantuk-antuk dalam perjalanannya. Diberikanlah contoh, misalkan seorang Charles Puyol, diposisikan menjadi striker. Apakah bisa? Bisa! Tapi tidak akan maksimal hasilnya, dan tidak natural.

Kurang lebih demikian.Apa yang ingin penulis sampaikan? Bahwasanya tiap orang memiliki keunikan tersendiri. Tidak mungkin sama. Pahamilah apa yang menjadi potensi Anda. Berada di kuadran mana Anda. Tidak ada salahnya untuk mencoba mengikuti tes kepribadian semisal yang kami sebutkan di atas untuk mengetahui, sebenarnya saya ini cocoknya gimana sih? Yakinlah, bila sudah menemukannya, kita akan enjoy menjalaninya. Suka duka dalam perjalanannya akan menjadi sebuah bumbu kehidupan.Tidak semua orang cocok menjadi investor. Maka pahamilah terlebih dahulu, berada di zona mana Anda berada. Mana yang natural bagi Anda? Karena tujuan akhirnya adalah menambah pundi-pundi kekayaan Anda dengan cara halal dan bermartabat.

Happy investing. 

Skip to toolbar