By Vivi Vimala.

Apa yang mesti dipersiapkan dalam memulai investasi saham ? Kebanyakan pemula mencari kode sakti pamungkas yang terdiri dari 4 huruf dari orang-orang yang mereka anggap pakar dalam dunia saham, yaitu stockpick untuk mereka ikuti dengan harapan hasil investasi mereka akan sebaik hasil pakar yang mereka idolakan. Tapi apakah dengan kode kode ini investasi mereka akan berhasi? Beberapa mungkin berhasil tapi lebih banyak yang gagalnya, mungkin sekali dua kali berhasil tapi selanjutnya apakah akan mampu bertahan?

Ada lagi yang mencari pembelajaran melalui buku atau kelas – kelas yang gratis ataupun berbayar, kebanyakan dari golongan ini lebih serius dan biasanya mampu bertahan lebih lama dibandingkan golongan yang pertama. Karena beberapa dari golongan ini berhasil menemukan jati diri dan mengenal gaya investasi yang cocok dan dapat menghasilkan bagi mereka.

Hampir semua terpusat pada aktifitas Beli dan Jual. Apa yang di beli, kapan , berapa banyak, di harga berapa? Kapan jual , di harga berapa? Ada 1 aktifitas yang kadang mereka lewatkan dan ternyata ini cukup penting untuk dapat menjadi bagian dari suatu rangkaian proses investasi. Apakah ini ? Yaitu Jurus Diam……Diam ketika belum ada Trigger Buy…..Diam Ketika sudah memiliki saham berfundamental bagus dan harga pasar mulai mengapresiasi nilai dari saham tersebut.

Ibarat memasuki medan pertempuran, janganlah kita masuk medan peperangan yang kita tidak yakin menang karena musuh terlalu kuat dan persiapan kita kuat. Jadi jika kondisi pasar tidak memungkinkan kita untuk dapat menghasilkan keuntungan sebaiknya kita lebih banyak berdiam untuk mengamati , mempersiapkan diri sampai peluang datang menghampiri kita. Jangan memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan. Lebih baik kita kehilangan peluang untung daripada menderita kerugian, karena salah satu tugas kita adalah menjaga modal kita supaya mampu bertahan di tengah gejolak pasar. Jadi berdiamlah sampai peluang itu datang & kita merasa bahwa kita mampu memenangkan pertempuran tersebut.

Dan ketika kita sudah memiliki saham yang baik dan pasar sudah mulai menghargai nilainya dengan kenaikan harganya di pasar maka berdiamlah, jangan ingin cepat menjualnya supaya hasil investasi kita dapat lebih maksimal. Ibaratnya janganlah kita menebang pohon yang sedang berbuah, biarlah ia terus berbuah, sampai pohon tersebut tidak mampu menghasilkan buah dan akan tiba saatnya untuk ditebang.

Namun dalam kondisi diam kita tetap memantau kondisi pasar dan peka terhadap perubahan yang mungkin akan terjadi dan mempengaruhi investasi kita. Janganlah kata Diam ini diartikan dengan tidur2an dan malas2an sehingga kita tidak mau mempedulikan investasi kita, seperti waktu kita memasak, dalam kondisi diam kita tetap memantau masakan kita supaya tidak sampai gosong .

Semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. 

Salam Sehat & Bahagia

Vimalasari 

Stockmarket Lover

Skip to toolbar