By Tarik Tarik Garis

Kamu Pikir Kamu Benar Tapi Kamu Salah

Dilema dalam memilih saham bukan hal yang jarang kita temukan, sering kali pikiran kita di penuhi oleh banyak daftar saham yang bagus yang ntah mana satu yang harus kita beli, semua nya keliatan bagus, baik secara fundamental, berita dan bahkan rekomendasi dari para analis serta semua indikator teknikal juga ikut mendukung nya.

Namun dana kita terbatas, jika dibelikan terlalu banyak saham maka hasil yang di dapat akan cenderung tidak signifikan, namun jika salah memilih maka “opportunity loss” untuk saham yang tidak kita beli akan terjadi.

Dalam kasus seperti ini kiranya kamu sebagai investor pemula, apa yang harus kamu lakukan? siapa yang harus kamu ajak ngobrol untuk meminta pendapat? Pertanyaan selanjutnya, seberapa penting opini orang lain terhadap keputusanmu dalam mengambil tindakan? Mereka bukan dirimu, mereka tidak tahu apa kebutuhanmu, dan bagaimana kondisi keuanganmu.

Copy trading atau istilah jalanan nya itu “ikut-ikutan” menjadikan edukasi formal seperti tidak bernilai, banyak sekali pemula dalam investasi pasar modal sekarang ini mengesampingkan soal belajar, dan bahkan mereka menyalahgunakan kata “belajar” sebagai “uang” yang harus mereka keluarkan dalam proses investasi di pasar modal saat posisi portofolio mereka sedang rugi atau cut loss. Mereka bahkan dengan tanpa syarat mendukung penuh seseorang yang mereka tidak kenal di social media hanya karena rekomendasi yang diberikan manjur, sering profit, tetapi mereka tidak pernah bertanya bagaimana jika suatu hari nanti tidak lagi di berikan rekomendasi maka bagaimana nasib mereka? Mereka juga rela membayar membership hanya untuk mendapatkan “Hot Tips” tanpa mereka tahu kebenaran dari semua itu.

Kembali ke hal memilih saham, watch list anda sudah penuh, tapi saham mana yang harus di beli? “Bias” di dalam diri kita sebenarnya sudah ada hanya saja terkadang kita sedang mencari hal hal lain untuk mendukung “bias” nya kita.

Saat kita memilih saham yang berfundamental bagus, produk yang sudah di kenal oleh kebanyakan orang, namun harga saham nya malah turun terus. Saat kita memilih saham yang berteknikal bagus, semua indicator menunjukan segalanya sesuai arah trendline, namun corona datang.

Kamu pikir kamu benar, tapi kamu salah. Kata kata ini sering sekali aku gunakan untuk mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu menyalahkan diri sendiri dan untuk terus berhati hati dalam memilih saham mana yang ingin aku beli. Kita tidak akan bisa selalu benar. 

Tiba tiba saya teringat salah satu wawancara terhadap Charlie Munger soal penyesalannya dulu kenapa tidak kepikir untuk beli saham “Google”

Dia menjawab seperti ini “ we will keep missing them, but our secret is we will not missed them all”

Kita akan selalu melewatkan banyak sekali kesempatan untuk membeli saham yang bagus dengan harga yang murah dan mendapatkan hasil yang besar dalam perjalanan investasi kita, namun kita tidak akan melewatkan nya semua. 

Diakhir cerita TTG ingin berpesan perbanyak ilmu anda dengan belajar dengan guru guru yang benar, ikuti seminar (tidak mesti seminar saham, tapi seminar yang positive membangun diri anda), perbanyak baca buku buku, praktek kan teori nya, dan latih mental anda, biarkan trial and error, nikmati jatuh dan bangun. Ingat pengalaman tidak akan pernah mengkhianati anda. Ia akan membentuk anda.

Penulis : TTG – Tarik Tarik Garis 

Skip to toolbar