By Olivia Tjahjadi

Pernah tidak kalian merasakan susahnya mendapati sesuatu yang kalian sangat inginkan? Kalau pernah, berarti kita sama.

Semua tenaga, pikiran, dan waktu sudah kalian curahkan terhadap pekerjaan tersebut tapi yang kalian dapatkan tidak sesuai ekspektasi. Semesta tidak mendukung katanya. Tapi saat kalian lebih legowo, justru hasil yang didapat baik adanya atau lebih dari ekspektasi.

Kurang lebih ini gambaran percakapan antara aku dan temanku seputar kondisi market sekarang. Rasanya kita sudah melakukan yang terbaik; analisa, money management, tapi kenapa hasil yang kita dapat belum maksimal ya? Memang betul, waktu adalah teman yang baik untuk wealth kita dapat bertumbuh tetapi ada baiknya menurutku untuk bisa membagi pos-pos keuangan kamu, baik itu berbeda jenis instrument investasi maupun berbeda emiten, agar keseimbangan lebih terjaga.

Mengambil konsep quote yang tentunya sudah sering kalian dengar, “Don’t put eggs in one basket”,  disini aku ingin mengingatkan lagi bahwa baik untuk kita dalam mengelola keuangan untuk tidak terlalu berfokus kepada satu instrument karena risiko yang dihadapi bisa lebih besar. Paling mudah kita ambil contohnya adalah saham. Jika kondisi pasar sedang bullish-bullishnya dan kita menaruh mayoritas porsi uang kita di pasar saham, tentunya wealth dapat ditingkatkan lebih mudah. Sebaliknya jika volatilitas pasar meningkat, maka exposure ke pasar saham dapat dikurangi dan dialihkan ke instrument investasi yang tidak terlalu agresif.

Keseimbangan ini juga tidak melulu tentang pengaturan portofolio tetapi juga tentang bagaimana psikologi kita sebagai pelaku pasar. Kalian pasti pernah mendengar istilah overoptimistic, bukan? Yup, perilaku seseorang dimana dia terlalu percaya akan sesuatu dan bisa membuat blunder keputusan yang akan ambil selanjutnya. Baiknya jika kita merasa terlalu optimis akan market, kita bisa berhenti sejenak dulu, mengambil waktu untuk berisitirahat dan melakukan kegiatan lain yang membawa kita kembali ke stage normal.

Aku harap dengan tulisan ini dapat mengajarkan kita sesuatu ataupun mengingatkan akan sesuatu yang kita sudah mulai lupa.

Salam,

Olivia Tjahjadi

Skip to toolbar