By T. Kopiholic

Pertanyaan yang sering saya ajukan kepada yang lebih senior ketika dulu awal masuk di dunia saham, “Beli saham apa? Harga beli berapa? Kira-kira mana yang bakal naik? Potensinya gimana?”. Hal yang kini ketika saya mengingatnya akan membuat saya tersenyum simpul. 

Suatu berkah dalam perjalanan investasi saya ketika bisa berkenalan dengan seorang yang jauh lebih senior di pasar modal, telah melewati krisis 1998-2008, di salah satu platform komunitas saham. Saya baca semua tulisannya, tidak hanya sekali dua kali. Ada mungkin 800 halaman lebih saya copas tulisannya dari tahun 2015-2019. 

Ada satu “keanehan” ketika awal-awal membaca tulisan tersebut. Beliau tidak pernah sekalipun menjawab ketika ada yang bertanya, “Saham apa Pak yang bagus bulan ini? Saham ini bagus atau tidak?” atau pertanyaan semisalnya. Boro-boro menjawab, yang ada malah ditanya balik, “Apa pandangan Anda terhadap saham tersebut kok menanyakannya?” yang kalau Anda tidak siap dengan thesis yang Anda miliki, bisa jadi akan mundur teratur. Heuheuheu….

Pokoknya kalau menanyakan sebuah emiten, harus punya “modal” dulu baru berani berargumentasi. Yang lebih sering disampaikan adalah bahwasanya setiap orang mempunyai risk profile masing-masing, mempunyai saham favorit sendiri, entah itu consumer, mining, konstruksi, dan sebagainya. Yang mana semuanya ini menuntut cara pandang yang berbeda. Sedangkan circle of competence kita terbatas.

Tidak mungkin kita bisa menguasai semua bidang.Yang sering disampaikan juga adalah kaedah-kaedah untuk mencari #perusahaan yang bagus dan #membelinya di harga yang bagus. Poin berikutnya masalah #waktu maka Anda harus mengalaminya sendiri, tidak ada jalan pintas.*Dari tulisan-tulisan beliau lah saya banyak belajar. Baca, praktek, evaluasi, baca, praktek evaluasi. Demikian proses berulang.

Dan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri ketika ada salah satu atau beberapa emiten yang kita incar atau sudah masuk portofolio, ternyata guru kita juga melakukan inisiasi pembelian pada emiten tersebut. Terlebih bila dasar pemikiran untuk membelinya kurang lebih sama dengan apa yang kita pikirkan. Wah, sueneng sekali itu! Lebih-lebih lagi bila harga beli kita lebih rendah, heuheu….

Kali ini saya akan memberikan review salah satu emiten yang beberapa bulan lalu telah menjadi portofolio saya. Perlu saya sampaikan di awal, bahwa ini bukanlah sebuah rekomendasi. Terlebih sudah menjadi bagian portofolio sehingga cara pandang saya bisa menjadi sangat bias. Catatan ini hanya check-up kinerjanya di Q1/2021 ini. Emiten tersebut adalah Metrodata Electronics (MTDL).

Angka penjualan pada Q1/2021 sebesar 3,8 triliun (naik 14%). Gross profit 350 milyar (naik 11%). Nett profit 121 milyar (naik 29%). Menurut saya tidak ada yang perlu dirisaukan lagi. Terlebih bila kita melihat jumlah kas-nya 2 triliun (naik 10%), jumlah ini setara 50% market cap. Perusahaan tidak mempunyai hutang yang menimbulkan beban bunga.Pada Desember 2020, jumlah persediaan 792 milyar. Jumlah ini terhitung kecil (yang akibatnya jumlah kas naik). Dan menurut penjelasan dari manajemen bahwa keterbatasan persediaan tersebut dikarenakan adanya pembatasan kegiatan di dalam negeri maupun luar negeri terkait wabah covid. Suatu yang lumrah.

 Pada Q1/2021 ini jumlah persediaan naik drastis (66%) menjadi 1,3 triliun. Dengan peningkatan persediaan yang signifikan seperti ini, lazimnya akan mengurangi jumlah kas. Akan tetapi yang ada justru kas bertambah 10%. Lalu dari mana uang untuk beli persediaan?Owh, ternyata hutang lancar perusahaan meningkat 571 milyar (setara kenaikan 56% dibandingkan posisi terakhir). Hal ini mengindikasikan sebuah “kelebihan” yang dimiliki oleh perusahaan dibandingkan perusahaan lainnya. Di mana perusahaan mampu memanfaatkan “modal” dari pihak lain untuk diubah menjadi laba, tanpa perlu mengeluarkan modal dari kantong sendiri. Sebuah keuntungan yang tentunya dikarenakan kepercayaan dari produsen kepada perusahaan selaku distributor produknya. Dan terakhir, jumlah CFO yang naik 10X menjadi 257 milyar.

 Menutup tulisan ini saya nukilkan apa yang disampaikan teman saya yang kebetulan bekerja di salah satu perusahaan yang merupakan kompetitor MTDL, “Tidak ada yang Anda perlu takutkan!”.

Salam,

T. Kopiholic

Skip to toolbar